final destination

24 11 2008

Membaca tulisan mas yunihadi tentang sesuatu yang berhubungan dengan kematian, aku jadi ngeri sendiri (merinding sedikit)….Bener juga, terkadang hal tersebut dilupakan, diabaikan, dan akhirnya di sepelekan….Cerita sedikit ahh..

Di suatu kampung dekat tempat tinggal ku, ada seorang warga. Sebut saja mbak X (almarhumah). Beliau ini dikaruniai keterbelakangan mental. Semasa hidupnya, konon si mbak ini telah berulang kali mencoba bunuh diri, dari yang membenturkan diri ke tembok sampai nyemplung sumur pernah dia lakukan. Tetapi selalu gagal

bandingkan dengan….

Salah satu temen kuliahku, sebut saja D(almarhum), meninggal dengan cara yang cukup aneh. Singkat cerita begini….saat itu akhir pecan, D hendak pulang kerumah, yang jaraknya sekitar km dari tempat kosnya. Berhubung D suka otak-atik motor, maka tak heran jika D juga hobi ngebut. Nah, disuatu tempat jauh sebelum rumahnya, si D ini tabrakan. Sama-sama pengguna motor. Untungnya, dia hanya lecet2, dan motornya pun ga begitu parah. Malah TKP-nya pun dekat puskesmas, so D bisa mampir. Di puskesmas, dia sempat telpon ke rumah, kasih kabar kalo dia habis tabrakan. “mbak aku bar tabrakan ki, tapi rapopo, mung lecet2 tok kok. Motore yo rapopo”. Begitulah kira2 percakapannya. Sebenernya orang rumah pengen dia di jemput, tapi D memaksa pulang sendiri, karena merasa dirinya ga apa apa.

Beberapa saat kemudian, sekitar 10 – 15 menit, hp D berbunyi, telpoj dari rumah yang intinya ingin menjemput D, karena orang rumah ga tega membiarkan D pulang sendiri…tapi….yang menerima telpon itu sudah bukan D lagi, tapi polisi.

Yah…akhirnya D ga jadi pulang ke rumah. Dia pulang ke rumah yang lebih jauh. Selepas dari puskesmas, D lagi-lagi tabrakan. Kali ini dengan mobil, yang mengantarkannya keharibaan Tuhan.

????





menanti sebuah jawaban

11 11 2008

Bulan November – Desember ini adalah bulan penantian bagiku

Antara ya atau tidak

Antara hilang atau terselamatkan

Antara sedikit menengadah atau tertunduk semakin dalam

Antara merasa bebas atau semakin bersalah

Antara semakin dekat atau semakin jauh

Antara memberi harapan atau kebohongan

Antara menatap binar atau memicing sayu

Yah…

Ikhtiar sudah di jalankan

Do’a telah di panjatkan

Tinggal menunggu..

Ya..menunggu





IBSN : Berbagi Tak Pernah Rugi…..

11 11 2008

Kilasan nomer satu : waktu SD…saat itu jam istirahat, bapak mboten maringi sangu karena ekonomi keluarga lagi pailit(perasaan sampai sekarang sama pailitnya deh..)..habis olahraga, panas, haus dan perut terasa lapar banget karena pagi belum sarapan. Temen2 berhambur ke warung mbah sosro di depan sekolah. Lha aku? Cukup dengan duduk di depan kelas, meratapi nasib diri(alah). Sejurus kemudian, seorang temenku, sebut saja si –X mendekatiku sambil menyodorkan sebuah es lilin rasa ”kacang ijo” kepadaku….tanpa kata, hanya senyuman kecil.

—taukah kamu apa yang kurasakan saat itu?–

Kilasan nomer dua : di kampungku, ada 2 buah masjid. Satu dibagian utara, satunya lagi di bagian selatan kampung(perlu diketahui, kampungku dibelah oleh rel kereta api —- kayaknya ga perlu tau).Nah…masjid yang di utara, masjid ini berdiri di atas sebuah tanah wakaf, milik seorang perempuan. Perempuan itu kira-kira seusia budhe-ku, dan sampai saat ini belum ada yang mau menjadikannya istri(complicated). Sekarang, perempuan yang satu ini sekarang tinggal di sepetak kamar kecil di samping WC masjid tersebut.

—Kira-kira berapa besar rasa ikhlas si perempuan tadi?—

Kilasan nomer tiga : jadi inget acara tv yang mengedepankan konsep berbagi seperti oprah dengan the big give-nya, toloong, bedah rumah, uang kaget, de el el, sampai dengan yang baru saja aku kenal…IBSN(hehe..). Apa si yang mendasari mereka mau melakukan itu?kalo aku si simpel, letaknya ada di ”hati”, dan titik nolnya adalah ”ikhlas”, itu saja J

—Tak peduli seberapa kecil…atau hanya segitu besar—