IBSN : Berbagi Tak Pernah Rugi…..

11 11 2008

Kilasan nomer satu : waktu SD…saat itu jam istirahat, bapak mboten maringi sangu karena ekonomi keluarga lagi pailit(perasaan sampai sekarang sama pailitnya deh..)..habis olahraga, panas, haus dan perut terasa lapar banget karena pagi belum sarapan. Temen2 berhambur ke warung mbah sosro di depan sekolah. Lha aku? Cukup dengan duduk di depan kelas, meratapi nasib diri(alah). Sejurus kemudian, seorang temenku, sebut saja si –X mendekatiku sambil menyodorkan sebuah es lilin rasa ”kacang ijo” kepadaku….tanpa kata, hanya senyuman kecil.

—taukah kamu apa yang kurasakan saat itu?–

Kilasan nomer dua : di kampungku, ada 2 buah masjid. Satu dibagian utara, satunya lagi di bagian selatan kampung(perlu diketahui, kampungku dibelah oleh rel kereta api —- kayaknya ga perlu tau).Nah…masjid yang di utara, masjid ini berdiri di atas sebuah tanah wakaf, milik seorang perempuan. Perempuan itu kira-kira seusia budhe-ku, dan sampai saat ini belum ada yang mau menjadikannya istri(complicated). Sekarang, perempuan yang satu ini sekarang tinggal di sepetak kamar kecil di samping WC masjid tersebut.

—Kira-kira berapa besar rasa ikhlas si perempuan tadi?—

Kilasan nomer tiga : jadi inget acara tv yang mengedepankan konsep berbagi seperti oprah dengan the big give-nya, toloong, bedah rumah, uang kaget, de el el, sampai dengan yang baru saja aku kenal…IBSN(hehe..). Apa si yang mendasari mereka mau melakukan itu?kalo aku si simpel, letaknya ada di ”hati”, dan titik nolnya adalah ”ikhlas”, itu saja J

—Tak peduli seberapa kecil…atau hanya segitu besar—


Tindakan

Information

3 tanggapan

13 11 2008
yi

“Kilasan Nomor Satu ” : Memang kenangan masa lalu yang dulu kita rasa nyakitin, akan jadi indah kalau kita kenang di masa sekarang, salam kenal….

16 11 2008
Indah

hmmm… IBSN itu apa sih?
salam kenal ya ^^

18 11 2008
hmcahyo

ya.. itulah IBSN – karena sekarang sudha jarang orang mau berbagi tanpa pamrih

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.