Membaca tulisan mas yunihadi tentang sesuatu yang berhubungan dengan kematian, aku jadi ngeri sendiri (merinding sedikit)….Bener juga, terkadang hal tersebut dilupakan, diabaikan, dan akhirnya di sepelekan….Cerita sedikit ahh..
Di suatu kampung dekat tempat tinggal ku, ada seorang warga. Sebut saja mbak X (almarhumah). Beliau ini dikaruniai keterbelakangan mental. Semasa hidupnya, konon si mbak ini telah berulang kali mencoba bunuh diri, dari yang membenturkan diri ke tembok sampai nyemplung sumur pernah dia lakukan. Tetapi selalu gagal
bandingkan dengan….
Salah satu temen kuliahku, sebut saja D(almarhum), meninggal dengan cara yang cukup aneh. Singkat cerita begini….saat itu akhir pecan, D hendak pulang kerumah, yang jaraknya sekitar km dari tempat kosnya. Berhubung D suka otak-atik motor, maka tak heran jika D juga hobi ngebut. Nah, disuatu tempat jauh sebelum rumahnya, si D ini tabrakan. Sama-sama pengguna motor. Untungnya, dia hanya lecet2, dan motornya pun ga begitu parah. Malah TKP-nya pun dekat puskesmas, so D bisa mampir. Di puskesmas, dia sempat telpon ke rumah, kasih kabar kalo dia habis tabrakan. “mbak aku bar tabrakan ki, tapi rapopo, mung lecet2 tok kok. Motore yo rapopo”. Begitulah kira2 percakapannya. Sebenernya orang rumah pengen dia di jemput, tapi D memaksa pulang sendiri, karena merasa dirinya ga apa apa.
Beberapa saat kemudian, sekitar 10 – 15 menit, hp D berbunyi, telpoj dari rumah yang intinya ingin menjemput D, karena orang rumah ga tega membiarkan D pulang sendiri…tapi….yang menerima telpon itu sudah bukan D lagi, tapi polisi.
Yah…akhirnya D ga jadi pulang ke rumah. Dia pulang ke rumah yang lebih jauh. Selepas dari puskesmas, D lagi-lagi tabrakan. Kali ini dengan mobil, yang mengantarkannya keharibaan Tuhan.
????





sik rela komentar