katanya tidak perlu terpuruk terlalu lama…memulai lagi dari awal, perjalanan masih panjang…
ujung sebuah penantian..
17 12 2008aku gagal…
hari ini Tuhan memberikan kegagalan yang bertubi-tubi padaku
sedih sekali…
bapak.. ibu …
maaf aku belum bisa mewujudkan mimpi kalian…
aku belum bisa menjadi anak yang berbakti..
de na…
maaf aku hanya bisa memberikan harapan semu…
Komentar : 2 Komentar »
Kategori : guratan
final destination
24 11 2008Membaca tulisan mas yunihadi tentang sesuatu yang berhubungan dengan kematian, aku jadi ngeri sendiri (merinding sedikit)….Bener juga, terkadang hal tersebut dilupakan, diabaikan, dan akhirnya di sepelekan….Cerita sedikit ahh..
Di suatu kampung dekat tempat tinggal ku, ada seorang warga. Sebut saja mbak X (almarhumah). Beliau ini dikaruniai keterbelakangan mental. Semasa hidupnya, konon si mbak ini telah berulang kali mencoba bunuh diri, dari yang membenturkan diri ke tembok sampai nyemplung sumur pernah dia lakukan. Tetapi selalu gagal
bandingkan dengan….
Salah satu temen kuliahku, sebut saja D(almarhum), meninggal dengan cara yang cukup aneh. Singkat cerita begini….saat itu akhir pecan, D hendak pulang kerumah, yang jaraknya sekitar km dari tempat kosnya. Berhubung D suka otak-atik motor, maka tak heran jika D juga hobi ngebut. Nah, disuatu tempat jauh sebelum rumahnya, si D ini tabrakan. Sama-sama pengguna motor. Untungnya, dia hanya lecet2, dan motornya pun ga begitu parah. Malah TKP-nya pun dekat puskesmas, so D bisa mampir. Di puskesmas, dia sempat telpon ke rumah, kasih kabar kalo dia habis tabrakan. “mbak aku bar tabrakan ki, tapi rapopo, mung lecet2 tok kok. Motore yo rapopo”. Begitulah kira2 percakapannya. Sebenernya orang rumah pengen dia di jemput, tapi D memaksa pulang sendiri, karena merasa dirinya ga apa apa.
Beberapa saat kemudian, sekitar 10 – 15 menit, hp D berbunyi, telpoj dari rumah yang intinya ingin menjemput D, karena orang rumah ga tega membiarkan D pulang sendiri…tapi….yang menerima telpon itu sudah bukan D lagi, tapi polisi.
Yah…akhirnya D ga jadi pulang ke rumah. Dia pulang ke rumah yang lebih jauh. Selepas dari puskesmas, D lagi-lagi tabrakan. Kali ini dengan mobil, yang mengantarkannya keharibaan Tuhan.
????
Komentar : 4 Komentar »
Kategori : guratan
menanti sebuah jawaban
11 11 2008Bulan November – Desember ini adalah bulan penantian bagiku
Antara ya atau tidak
Antara hilang atau terselamatkan
Antara sedikit menengadah atau tertunduk semakin dalam
Antara merasa bebas atau semakin bersalah
Antara semakin dekat atau semakin jauh
Antara memberi harapan atau kebohongan
Antara menatap binar atau memicing sayu
Yah…
Ikhtiar sudah di jalankan
Do’a telah di panjatkan
Tinggal menunggu..
Ya..menunggu
Komentar : 6 Komentar »
Kategori : guratan
IBSN : Berbagi Tak Pernah Rugi…..
11 11 2008Kilasan nomer satu : waktu SD…saat itu jam istirahat, bapak mboten maringi sangu karena ekonomi keluarga lagi pailit(perasaan sampai sekarang sama pailitnya deh..)..habis olahraga, panas, haus dan perut terasa lapar banget karena pagi belum sarapan. Temen2 berhambur ke warung mbah sosro di depan sekolah. Lha aku? Cukup dengan duduk di depan kelas, meratapi nasib diri(alah). Sejurus kemudian, seorang temenku, sebut saja si –X mendekatiku sambil menyodorkan sebuah es lilin rasa ”kacang ijo” kepadaku….tanpa kata, hanya senyuman kecil.
—taukah kamu apa yang kurasakan saat itu?–
Kilasan nomer dua : di kampungku, ada 2 buah masjid. Satu dibagian utara, satunya lagi di bagian selatan kampung(perlu diketahui, kampungku dibelah oleh rel kereta api —- kayaknya ga perlu tau).Nah…masjid yang di utara, masjid ini berdiri di atas sebuah tanah wakaf, milik seorang perempuan. Perempuan itu kira-kira seusia budhe-ku, dan sampai saat ini belum ada yang mau menjadikannya istri(complicated). Sekarang, perempuan yang satu ini sekarang tinggal di sepetak kamar kecil di samping WC masjid tersebut.
—Kira-kira berapa besar rasa ikhlas si perempuan tadi?—
Kilasan nomer tiga : jadi inget acara tv yang mengedepankan konsep berbagi seperti oprah dengan the big give-nya, toloong, bedah rumah, uang kaget, de el el, sampai dengan yang baru saja aku kenal…IBSN(hehe..). Apa si yang mendasari mereka mau melakukan itu?kalo aku si simpel, letaknya ada di ”hati”, dan titik nolnya adalah ”ikhlas”, itu saja J
—Tak peduli seberapa kecil…atau hanya segitu besar—
Komentar : 3 Komentar »
Kategori : guratan
Langkah goyah pak dimun..
28 10 2008Wingi kamis…seperti biasa, aku keluar ruang kerjaku jam 12an siang, haha..yen pas nyekel duit yo metu mangan, tapi kalo ga ono sepersen pun(ono si, tp duit bensin je..), yowis, langsung menuju mushola(alah..bukan berarti rajin sholat lho..). Sakjane atiku lagi rapenak cah. Kan gini, katanya desember ki kontrak kerja abis, lhah?!! Otomatis aku bakalan jomblo lagi to?mana lagi butuh duit akeh(nyaur utang bozz). Jujur wae aku lagi berada di titik nadir. Setiap hari hanya keluh kesah, nggresulo, pokok e patah semangat lah. Setiap pikiranku melanglang ke masa depan (maksute ki mikir umur wis tuo, mikir kapan nikah, durung iso nyenengke wong tuo ..de el el) yang ada hanya keluh kesah. So yen setiap aku absen(baca :sholat) yang ada hanyalah permohonan agar diberikan jalan keluar dari himpitan cobaan luar biasa ini. Nah, kembali ke mushola, bubar sholat,setelah mengadu mohon ini dan itu, aku leren-leren delo di kursi depan mushola. Untung ada pak dimun (beliau tu tukan kebun di tempat aku kerjo) yang mau dijak ngobrol ngalor ngidul. Awal-awal si ngomongke cuaca sik lagi ra karuan, udan ning panas..panas ning udan..sampai akhirnya aku menanyakan perihal kakinya yang ”kediglak-kediglung” alias pincang. Pak dimun pun cerita panjang lebar. Ternyata Baca entri selengkapnya »
Komentar : 2 Komentar »
Kategori : guratan
tulisan pertama
20 10 2008wakakaka..bingung meh nulis opo bozzz…. sok-sokan sih ndadak gawe blog barang, koyo wong intelek wae.. hehe. mugo2 iso melu2 wong2 pinter sik do gawe blog.
Komentar : 1 Komentar »
Kategori : guratan





sik rela komentar